Apa Itu Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)?
Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) adalah teknik khusus dalam prosedur Fertilisasi In Vitro (IVF) yang digunakan untuk mengatasi kasus infertilitas laki-laki yang parah. Prosedur ini melibatkan penyuntikan satu sperma langsung ke dalam telur yang telah matang.
Untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan, biasanya beberapa rumah sakit menggunakan sebuah medium yang disebut Sperm Slow™ selama proses pemilihan sperma. Medium ini mengandung hyaluronan (HA) yang berfungsi mengikat sperma yang cenderung memiliki DNA normal sehingga memungkinkan untuk memilih sperma yang lebih berkualitas dan matang untuk disuntikkan.
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa penggunaan HA ini adalah praktik standar, tetapi tidak selalu cocok untuk setiap kasus tergantung pada kondisi individu yang bersangkutan.

Siapa Saja yang Membutuhkan Perawatan ICSI?
ICSI dapat direkomendasikan untuk kondisi berikut:
- Memiliki jumlah sperma yang sangat rendah
- Bentuk sperma tidak normal
- Sperma yang tidak bergerak secara normal
- Pernah menjalani IVF sebelumnya dan tidak ada atau sangat sedikit telur yang dibuahi
- Anda membutuhkan sperma untuk dikumpulkan melalui pembedahan testis atau epididimis karena pernah menjalani vasektomi, kondisi genetik, cedera, dan lainnya
- Anda menggunakan sperma beku dalam perawatan yang tidak memiliki kualitas tertinggi terutama jika disimpan karena kesuburan Anda terancam
- Anda sedang menjalani tes embrio untuk kondisi genetik dan sperma yang menempel di bagian luar sel telur akan mengganggu hasilnya
Tahapan Prosedur ICSI
Prosedur ICSI dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Stimulasi Ovarium
Pasien diberikan obat hormonal berupa gonadotropin untuk merangsang produksi beberapa sel telur secara bersamaan. Proses stimulasi berlangsung selama kurang lebih 10-14 hari dengan pemantauan rutin melalui USG (ultrasonography) untuk memantau perkembangan folikel.
2. Pengambilan Sel Telur (Ovum Pick-Up)
Pengambilan sel telur dilakukan di bawah sedasi ringan menggunakan jarum aspirasi yang dipandu oleh USG transvaginal. Sel telur yang matang diambil dari folikel ovarium dan segera dikirim ke laboratorium embriologi.
3. Persiapan Sperma
Sampel sperma dikumpulkan melalui ejakulasi dan diproses di laboratorium untuk menyeleksi sperma dengan kualitas terbaik. Pada kasus azoospermia, sperma dapat diperoleh melalui prosedur bedah seperti MESA atau TESA.
4. Penyuntikan Sperma (Microinjection)
Satu sperma terpilih disuntikkan langsung ke dalam setiap sel telur matang menggunakan mikropipet di bawah mikroskop khusus (inverted microscope). Tahapan inilah yang membedakan ICSI dari prosedur IVF konvensional.
5. Kultur dan Pemantauan Embrio
Sel telur yang telah disuntikkan sperma dipantau dalam inkubator selama 3-5 hari. Embriolog mengamati perkembangan embrio hingga mencapai tahap pembelahan (cleavage) atau blastosis.
6. Transfer Embrio
Embrio dengan kualitas terbaik dipindahkan ke dalam rahim melalui kateter tipis. Prosedur ini tidak memerlukan anestesi dan berlangsung singkat. Embrio viable yang tersisa dapat dibekukan (vitrifikasi) untuk digunakan pada siklus berikutnya.
Apakah Ada Risiko ICSI?
Seperti prosedur medis lainnya, ICSI juga memiliki efek samping meski jarang terjadi. Berikut komplikasi yang mungkin akan terjadi:
1. Risiko untuk Telur
ICSI yang lebih invasif dapat meningkatkan risiko kecil (kurang dari 2%) kerusakan telur selama prosedur yang bisa membuat telur tidak dapat berkembang.
2. Risiko untuk Anak yang Lahir
Ribuan anak telah lahir berkat ICSI di seluruh dunia. Saat ini, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa risiko cacat lahir berbeda antara anak hasil ICSI atau IVF dengan anak-anak lain yang lahir dari orang tua dengan usia dan kondisi kesehatan serupa. Faktor penting lainnya untuk kesehatan bayi baru lahir termasuk usia ibu saat melahirkan, riwayat keluarga, dan kemungkinan komplikasi selama kehamilan.
3. Faktor-faktor Lain yang Perlu Diperhatikan
Beberapa pria memiliki masalah sperma yang tidak diturunkan (seperti vasektomi atau cedera), sementara yang lain mungkin mewariskan masalah genetik tertentu kepada anak laki-laki mereka.
Pria dengan jumlah sperma rendah atau masalah saluran sperma juga mungkin membawa gen fibrosis kistik (CF) yang bisa diturunkan kepada anak mereka. Tes darah dapat membantu memeriksa masalah ini pada kedua pasangan sebelum proses ICSI dimulai.
Penting untuk berbicara dengan dokter atau spesialis untuk memahami lebih lanjut tentang risiko dan pertimbangan yang terkait dengan ICSI sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.
FAQ Seputar ICSI Treatment
Apa itu ICSI?
ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) adalah teknik dalam program bayi tabung (IVF) di mana satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur untuk membantu proses pembuahan.
Berapa Biaya Layanan ICSI?
Biaya layanan ICSI bervariasi tergantung pada kesulitan kasus pasien. Biaya prosedur ICSI (terpisah dari biaya siklus IVF) berkisar Rp5.000.000 – Rp31.000.000 (di luar biaya IVF). Biaya ini mencakup berbagai faktor termasuk tes pemeriksaan fisik, obat-obatan, prosedur ICSI itu sendiri, serta pemantauan dan perawatan lanjutan yang mungkin diperlukan selama proses fertilisasi.
Penting untuk berkonsultasi dengan klinik atau spesialis untuk mendapatkan perkiraan biaya yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu Anda sebelum memulai perawatan.
Apa perbedaan ICSI dan IVF biasa?
Perbedaan utama terletak pada proses pembuahan. Pada IVF biasa, sperma dan sel telur dipertemukan secara alami di laboratorium. Sedangkan pada ICSI, satu sperma dipilih dan langsung disuntikkan ke dalam sel telur.
Siapa yang membutuhkan ICSI?
ICSI umumnya direkomendasikan untuk pria dengan kualitas sperma rendah, gangguan pergerakan sperma, atau pasangan yang pernah gagal dalam program IVF sebelumnya.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Konsultasikan dengan dokter spesialis untuk evaluasi dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Layanan Terkait
ICSI merupakan bagian dari prosedur Bayi Tabung (IVF) dan sering dikombinasikan dengan Genetic Testing (PGT-A) untuk memastikan kualitas embrio terbaik. Embrio hasil ICSI dapat dibekukan untuk transfer di kemudian hari melalui pembekuan embrio & FET.
Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit
Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

